Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.
Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit
Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit
Dalam
Alkitab
Yesus di
hadapan Mahkamah Agama
Setelah sebelumnya mengadakan Perjamuan Malam (Matius 26:17-25 , Markus 14:12-25 , Lukas 22:7-23 , Yohanes 13:21-30 ),
Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya pergi ke Taman Getsemani. Di sana
Yesus berdoa.
Setelah Yesus berdoa, maka datanglah Yudas, "dan bersama-sama serombongan
besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan
tua-tua bangsa Yahudi" Matius 26:47 .
Yesus lalu dibawa ke hadapan Mahkamah Agama Yahudi, di depan Imam Besar
Kayafas.
Imam-imam kepala,
malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia
dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak
saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: "Orang
ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam
tiga hari." Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya:
"Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini
terhadap Engkau?" Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu
kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau
Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan
tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia
duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di
langit." Maka Imam Besar itu
mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita
perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat
kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!"
Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,
dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang
memukul Engkau?"
Matius 26:59-68
Sementara itu Petrus yang
mengikuti hingga di halaman Mahkamah Agama dikenali sebagai pengikut Yesus
namun ia menyangkal tiga kali, dan pada saat itu berkokoklah ayam. Petrus yang
teringat apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok,
engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu Petrus pergi ke luar dan
menangis dengan sedihnya. Matius 26:75
Yesus di hadapan
Pilatus
Karena yang berhak menghukum mati seseorang
hanyalah pemerintah Romawi, maka Yesus dibawa ke hadapan Pontius Pilatus.
Lalu Yesus dihadapkan
kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja
orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau
sendiri mengatakannya."Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala
dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus
kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi
ini terhadap Engkau?" Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga
wali negeri itu sangat heran. ... Wali negeri menjawab dan berkata kepada
mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan
bagimu?" Kata mereka: "Barabas." Kata Pilatus kepada mereka:
"Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut
Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" Katanya:
"Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka
makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" Ketika Pilatus melihat
bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia
mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata:
"Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu
sendiri!" Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya
ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" Lalu ia membebaskan
Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk
disalibkan.
Matius 27:11-14,
23-26
.
Yesus disiksa
dan diolok-olok
Setelah Yesus divonis hukuman salib oleh Pontius Pilatus, Yesus disiksa
terlebih dahulu seperti yang umum dilakukan pada zaman Romawi.
Kemudian
serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil
seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan
mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan
menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan
kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia,
katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan
mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan
Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya
kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
Matius 27:27-31
Yesus disalibkan
Setelah disesah, maka Yesus dihukum mati di
atas kayu salib di Bukit Golgota atau Kalvari
Sesudah menyalibkan
Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di
situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan
mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." Bersama dengan
Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di
sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil
menggelengkan kepala, mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait
Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu
jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga
imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia
dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri
tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan
kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah
menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata:
Aku adalah Anak Allah." Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan
bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
Matius 27:35-44
Yesus wafat
Yesus pun wafat di atas kayu salib,
bukan karena Ia mati lemas atau kehabisan darah, tetapi Ia sendiri yang
menyerahkan nyawa-Nya ke tangan Bapa-Nya.
Yesus berseru pula
dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci
terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan
bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus
yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar
dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut
ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata:
"Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
Matius 27:50-54
source : wikipedia

0 Comments